Sabtu, 09 Agustus 2014
Rabu, 18 Juni 2014
Dolly 18 Juni 2014 ...ditutup.
Selamat Siang teman teman.
Saya menulis tentang Dolly hari ini...sebagai hari bersejarah ditutupnya tempat prostitusi yang kabarnya terbesar di Asia Tenggara.
Memang ada Pro dan Kontra, apalagi ditambahi dengan intrik intrik Politik didalamnya...wong tanpa Politik aja sudah lumayan Ruwettt...apalagi ditunggangi Partai Politik yang 100% mempunyai agenda tersendiri diluar agenda Kemanusiaan-Ketertiban-Mengentas Kehidupan dan agenda agenda mulia lainnya.
Saya mulai menulis tentang Dolly dimulai dari pertanyaan dari Sahabat Karib saya aja ya...biar tidak puanjang dan lamaaa....
Ini pertanyaannya :
Bagimana lo sebaiknya tentang Dolly? ditutup dengan konsekwensi mereka para PSK sembunyi sembunyi hingga penyebaran penyakit kelamin tidak terkontrol atau bagaimana?
Jawabanya gampang Sahabatku...
Penutupan secara symbolis yang dilakukan oleh Ibu Risma sebagai Walikota Surabaya itu akan berimplikasi sangat luas dan berkekuatan hukum bagi aparat di lapangan untuk bertindak, baik itu Polisi, Satpol PP ataupun Dinas Sosial Kota.
Status yang disandang Dolly sebagai lokalisasi prostitusi yang legal akan berubah menjadi ilegal, PSK dan Mucikarinya akan terkena pasal pasal Pidana mulai dari Pasal Prostitusi, tidak adanya Ijin usaha Prostitusi, Pasal Perzinahan, PSK dibawah umur, penjualan minuman keras, perjudian dan memperdagangkan manusia..dll.
Bagaimana kalau PSKnya jualan secara sembunyi sembunyi? ya tetap akan berhubungan dengan penegak hukum...namanya sembunyi sembunyi...kalau tidak ketahuan yo selamat anda beruntung, kalau ketahuan ya ditangkap anda belum beruntung...masuk penjara.
Mengenai penyebaran penyakit kelamin akan tidak terkontrol...Pertanyaannya sekarang apakah dengan Lokalisasi Dolly sekarang penyebarannya terkontrol? siapa yang mengkontrol? siapa yang memeriksa? siapa yang menjamin tidak ada penyakit kelamin yang tertularkan?
Apakah di Lokalisasi dipasang tanda larangan : Berpenyakit Kelamin dilarang masuk?
Apakah kalau sudah namanya Lokalisasi dijamin bersih?
Bukankah data dari dinas Sosial dan Dinas Kesehatan kota yang menyatakan penderita HIV AIDS dan penyakit kelamin di kota Surabaya tertinggi setelah Jakarta, Papua?
OLeh sebab itu teman, Penutupan Dolly sudah tepat dan benar.
Di luar pertanyan dan jawaban Saya diatas kita harus menyatukan persepsi dulu biar ngehh dan klop agar lurus kembali bahwa Prostitusi-Perzinahan-Zina adalah hal yang melanggar NORMA-HUKUM-ADAB dan NILAI LUHUR manusia, Seperti juga halnya Berjudi-Mencuri-Memperkosa-Membunuh dll. Semuanya itu melanggar hal hal baik yang sudah melekat di diri manusia ( Saya tidak ngomongin Agama lo ya )
Kalau berkaca dari hal diatas, harusnya penutupan Dolly menjadi sesuatu yang lumrah dan maklum di masyarakat, bukan sesuatu yang berat dan harus gontok gontokan, bukannya pertentangan antara MORALITAS melawan HUMANITY seperti sekarang yang ada di masyarakat.
Satu kubu merasa Prostitusi Lokalisasi Dolly adalah a Moral dan harus ditutup, sedangkan kubu yang lain merasa kalau ditutup terus mereka makan apa? bagaimana mereka bisa hidup?...iya to?
Dolly ditutup adalah langkah yang logis dan bermartabat. Bermartabat buat siapa? ya buat semuanya.
Buat masyarakat setempat, buat mucikari, buat PSKnya, buat pemerintah kota dan buat generasi muda kita.
Langkah Pemkot dengan memberikan pelatihan dan pembekalan untuk berpindah mencari pekerjaan yang layak dan bermartabat sudah tepat. Diberi Modal, Pelatihan, Bimbingan dsb.
Untuk urusan mereka bisa survive dan maju dalam usaha barunya ya tergantung dari individu individu mereka, bukan tergantung Pemkot.
Misalnya mereka telah diberikan pelatihan usaha bikin Salon selama 3 bulan, modal sudah diberikan, terus usahanya tidak berjalan...apakah salah Pemkot?
Mereka terus mengeluh...wahhh kalau pelatihan dan bimbingan cuma 3 bulan ya tidak cukup...harusnya minimal 1 tahun...welehhh Modyarrr....
Mereka harus mulai sadar dan bangkit dari ketagihan mencari uang dengan cara mudah, mereka harus lebih kerja keras seperti orang lain, seperti profesi lainnya siap bersaing,berprestasi menghasilkan produk,menabung, mengembangkan usaha dll. Harus hilangkan rasa nyaman dengan bekerja satu jam sudah menghasilkan ratusan ribu rupiah, jadi calo PSK sehari bisa buat makan seminggu, Berdiri sebagai keamanan Lokalisasi mendapat segalanya ..dll.
Loh Mas...lingkungan mereka itu sudah terbentuk ratusan tahun lo ya..sudah saling membutuhkan antara PSK,Mucikari,Warung kopi, petugas keamanan,RT,RW,Camat, dan masyarakat sekitar...piye to?
Lah...kalau tidak ditutup sekarang? ditutup kapan ? Mentas dari kemaksiatan kapan? Menjadi Manusia yang bermartabatnya kapan? hehehehe...
Note : Semua Photo dibawah ini adalah karya sahabat fotografer Saya - Cak Rachmad - Ketua Surabaya In Frame.
Saya menulis tentang Dolly hari ini...sebagai hari bersejarah ditutupnya tempat prostitusi yang kabarnya terbesar di Asia Tenggara.
Memang ada Pro dan Kontra, apalagi ditambahi dengan intrik intrik Politik didalamnya...wong tanpa Politik aja sudah lumayan Ruwettt...apalagi ditunggangi Partai Politik yang 100% mempunyai agenda tersendiri diluar agenda Kemanusiaan-Ketertiban-Mengentas Kehidupan dan agenda agenda mulia lainnya.
Saya mulai menulis tentang Dolly dimulai dari pertanyaan dari Sahabat Karib saya aja ya...biar tidak puanjang dan lamaaa....
Ini pertanyaannya :
Bagimana lo sebaiknya tentang Dolly? ditutup dengan konsekwensi mereka para PSK sembunyi sembunyi hingga penyebaran penyakit kelamin tidak terkontrol atau bagaimana?
Jawabanya gampang Sahabatku...
Penutupan secara symbolis yang dilakukan oleh Ibu Risma sebagai Walikota Surabaya itu akan berimplikasi sangat luas dan berkekuatan hukum bagi aparat di lapangan untuk bertindak, baik itu Polisi, Satpol PP ataupun Dinas Sosial Kota.
Status yang disandang Dolly sebagai lokalisasi prostitusi yang legal akan berubah menjadi ilegal, PSK dan Mucikarinya akan terkena pasal pasal Pidana mulai dari Pasal Prostitusi, tidak adanya Ijin usaha Prostitusi, Pasal Perzinahan, PSK dibawah umur, penjualan minuman keras, perjudian dan memperdagangkan manusia..dll.
Bagaimana kalau PSKnya jualan secara sembunyi sembunyi? ya tetap akan berhubungan dengan penegak hukum...namanya sembunyi sembunyi...kalau tidak ketahuan yo selamat anda beruntung, kalau ketahuan ya ditangkap anda belum beruntung...masuk penjara.
Mengenai penyebaran penyakit kelamin akan tidak terkontrol...Pertanyaannya sekarang apakah dengan Lokalisasi Dolly sekarang penyebarannya terkontrol? siapa yang mengkontrol? siapa yang memeriksa? siapa yang menjamin tidak ada penyakit kelamin yang tertularkan?
Apakah di Lokalisasi dipasang tanda larangan : Berpenyakit Kelamin dilarang masuk?
Apakah kalau sudah namanya Lokalisasi dijamin bersih?
Bukankah data dari dinas Sosial dan Dinas Kesehatan kota yang menyatakan penderita HIV AIDS dan penyakit kelamin di kota Surabaya tertinggi setelah Jakarta, Papua?
OLeh sebab itu teman, Penutupan Dolly sudah tepat dan benar.
Di luar pertanyan dan jawaban Saya diatas kita harus menyatukan persepsi dulu biar ngehh dan klop agar lurus kembali bahwa Prostitusi-Perzinahan-Zina adalah hal yang melanggar NORMA-HUKUM-ADAB dan NILAI LUHUR manusia, Seperti juga halnya Berjudi-Mencuri-Memperkosa-Membunuh dll. Semuanya itu melanggar hal hal baik yang sudah melekat di diri manusia ( Saya tidak ngomongin Agama lo ya )
Kalau berkaca dari hal diatas, harusnya penutupan Dolly menjadi sesuatu yang lumrah dan maklum di masyarakat, bukan sesuatu yang berat dan harus gontok gontokan, bukannya pertentangan antara MORALITAS melawan HUMANITY seperti sekarang yang ada di masyarakat.
Satu kubu merasa Prostitusi Lokalisasi Dolly adalah a Moral dan harus ditutup, sedangkan kubu yang lain merasa kalau ditutup terus mereka makan apa? bagaimana mereka bisa hidup?...iya to?
Dolly ditutup adalah langkah yang logis dan bermartabat. Bermartabat buat siapa? ya buat semuanya.
Buat masyarakat setempat, buat mucikari, buat PSKnya, buat pemerintah kota dan buat generasi muda kita.
Langkah Pemkot dengan memberikan pelatihan dan pembekalan untuk berpindah mencari pekerjaan yang layak dan bermartabat sudah tepat. Diberi Modal, Pelatihan, Bimbingan dsb.
Untuk urusan mereka bisa survive dan maju dalam usaha barunya ya tergantung dari individu individu mereka, bukan tergantung Pemkot.
Misalnya mereka telah diberikan pelatihan usaha bikin Salon selama 3 bulan, modal sudah diberikan, terus usahanya tidak berjalan...apakah salah Pemkot?
Mereka terus mengeluh...wahhh kalau pelatihan dan bimbingan cuma 3 bulan ya tidak cukup...harusnya minimal 1 tahun...welehhh Modyarrr....
Mereka harus mulai sadar dan bangkit dari ketagihan mencari uang dengan cara mudah, mereka harus lebih kerja keras seperti orang lain, seperti profesi lainnya siap bersaing,berprestasi menghasilkan produk,menabung, mengembangkan usaha dll. Harus hilangkan rasa nyaman dengan bekerja satu jam sudah menghasilkan ratusan ribu rupiah, jadi calo PSK sehari bisa buat makan seminggu, Berdiri sebagai keamanan Lokalisasi mendapat segalanya ..dll.
Loh Mas...lingkungan mereka itu sudah terbentuk ratusan tahun lo ya..sudah saling membutuhkan antara PSK,Mucikari,Warung kopi, petugas keamanan,RT,RW,Camat, dan masyarakat sekitar...piye to?
Lah...kalau tidak ditutup sekarang? ditutup kapan ? Mentas dari kemaksiatan kapan? Menjadi Manusia yang bermartabatnya kapan? hehehehe...
Note : Semua Photo dibawah ini adalah karya sahabat fotografer Saya - Cak Rachmad - Ketua Surabaya In Frame.
Minggu, 15 Juni 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Pintu Gerbang Griya Citra Asri Surabaya
Ngomongin pintu gerbang Perumahan pada saat ini, bisa dibilang ngomongin tentang Prestius Penghuninya atau melambangkan siapa siapa saja yang menghuni di perumahan itu. Coba pembaca berjalan melalui sepanjang jalan mulai dari area Wiyung sampai dengan Menganti, dari area Juanda sampai dengan Rungkut. Pembaca akan disuguhi dengan kemewahan sebuah pintu gerbang perumahan yang cantik, bersih, hijau dan futuristik, belum lagi jalan depan perumahan yang lebar dan dipenuhi taman taman hijau yang tertata rapi.
Sebuah pintu gerbang perumahan dalam dunia bisnis property sama dengan bahan jualan utama disamping lingkungan dan infrastruktur yang tertata. Brosur brosur iklan property sepertinya mengharuskan gambar atau photo pintu gerbang perumahan mereka yang mewah wajib dipajang di sampul depan.
Bagaimana dengan Pintu Gerbang Perumahan kita - GRiya Citra Asri Surabaya ?
Mungkin kalau dihitung umur perumahan kita kurang lebih 19 tahun, dari daerah pinggiran yang tandus sampai sekarang menjadi daerah yang sangat padat dan ramai.
Dan penghuninya juga harusnya sedikit bangga bahwa perumahan kita di develope oleh pengembang yang sangat unggul di Property - yaitu PT Citraland.
Pintu Gerbang perumahan kita boleh dibilang sedikit membingungkan, karena bisa dibilang kita mempunyai 2 akses pintu masuk perumahan, 1 akses masuk lewat markas Brimob dan 1 akses lewat depan makam kampung Beringin yang langsung lurus arah Bukit Palma.
Namun bila kita runtut lebih jauh, ternyata pintu gerbang perumahan kita yang utama harusnya yang ke 2, yaitu depan makam Beringin yang langsung lurus arah Bukit Palma.
Bila kenyataannya seperti itu, harusnya warga Griya Citra Asri mulai merasa malu karena akses pintu masuk perumahan kita sangat tidak terawat dan dibiarkan merana.
Rumput rumput ilalang menyambut kedatangan tamu tamu kita, corat coret tembok mengucapkan selamat datang pada saudara kita yang datang, jalan berlobang dan becek menambah kenikmatan berkendara yang melewatinya, dan portal jalan sebagai identitas pintu gerbang dengan keamanannya sudah lama lelah teronggok dipinggir jalan.
Mumpung di akhir bulan mei banyak tanggal merahnya teman, kita mulai rawe rawe rantas, bekerja bakti membenahi pintu gerbang perumahan kita agar lebih cantik lagi.
Ayo Rek...sakjane awak dewe isin duwe pintu gerbang perumahan seng kotor and jorok...
Jumat, 02 Mei 2014
Pakal Benowo Surabaya - Hunting Landscape yuk...
Selamat WeekEnd teman, minggu Siang besok tgl 4 Mei 2014 akan ada pawai parade bunga di kota Surabaya, dimulai dari kantor Gubernur dan finish di kantor Walikota Surabaya atau biasa kita sebut Taman Surya. Bagi penggemar photo atau penggemar pawai budaya akan sangat antusias mengikuti momen tersebut.
Tapi bagi warga Surabaya Barat yang lumayan jauh dari pusat kota, ada tempat bagus untuk hunting foto, yaitu daerah Pakal Benowo. Penulis sarankan berangkat dari Griya Citra Asri jam 5.30 pagi paling lambat, agar dapat momen matahari terbit dengan warna jingga memantul di tambak garam akan menghasilkan photo yang menakjubkan, tanpa olah digital ataupun tipuan photoshop.
Bila momen matahari terbit telah usai bisa dilanjut dengan photo human interest - merekam geliat kehidupan di Tempat Pembuangan Akhir sampah ataupun peternak kambing di seputaran tambak garam. Well...tunggu apalagi ayuk hunting...
Beberapa hasil photo yang penulis tangkap di minggu pagi Pakal Benowo Surabaya.
Selamat ber hunting teman...
Tapi bagi warga Surabaya Barat yang lumayan jauh dari pusat kota, ada tempat bagus untuk hunting foto, yaitu daerah Pakal Benowo. Penulis sarankan berangkat dari Griya Citra Asri jam 5.30 pagi paling lambat, agar dapat momen matahari terbit dengan warna jingga memantul di tambak garam akan menghasilkan photo yang menakjubkan, tanpa olah digital ataupun tipuan photoshop.
Bila momen matahari terbit telah usai bisa dilanjut dengan photo human interest - merekam geliat kehidupan di Tempat Pembuangan Akhir sampah ataupun peternak kambing di seputaran tambak garam. Well...tunggu apalagi ayuk hunting...
Beberapa hasil photo yang penulis tangkap di minggu pagi Pakal Benowo Surabaya.
Selamat ber hunting teman...
Kamis, 10 April 2014
Pemilu 2014 di Griya Citra Asri
9 April 2014 merupakan pesta demokrasi lima tahunan yang dilaksanakan di Indonesia, di Pemilu tgl 9 April 2014 ini masyarakat Indonesia menentukan para wakilnya yang akan duduk di DPRD1, DPRD2,DPR dan DPD.
Banyak cara yang dilakukan oleh para calon anggota dewan untuk mendapatkan suara dari para warga. Mulai dari tempel poster di tiang listrik dan telephon berdampingan dengan promosi kuras WC dan simpan pinjam, ada yang menempelkan poster di pohon pohon dengan cara dipaku (Innalilahi), ada yang membentangkan poster di sudut sudut jalan, bahkan adapula yang bergerilya masuk ke RW,RT dan Jamaah Pengajian lewat sumbangan terselubung program Jasmas.
Para Tim Sukses bergentayangan di semua sudut kesempatan untuk menjual jagoannya, menebar janji janji dan polesan kebaikan sumbangan dan rasa peduli pada warga yang membutuhkan.
Dibalik tipu daya para Caleg dan Tim suksesnya, ada sedikit pertanyaan mengenai bagaimana dengan warga dan masyarakat Indonesia yang ingin menegakan demokrasi dan membangun Negeri yang berAdab dan Maju tanpa tipu daya dan kecurangan?. Jawabannya mungkin hanya bisa mengelus dada dan sabar saja melihat fenomena yang sudah mengakar dan mendarah daging di sebagian besar masyarakat Indonesia itu.
Semua cara dilakukan, semua usaha di terapkan, dan semua hal hal curang diperbolehkan hanya untuk memenuhi ambisi pribadi anggota dewan untuk terpilih di Legislative.
Bagaimana sebuah cita cita membangun Negara besar Indonesia dengan hal hal demikian bisa terwujud?
Penulis masih ingat saat KPK diserang habis habisan oleh anggota Dewan di Senayan, bagaimana ngototnya mereka memangkas wewenang KPK dalam memberantas Korupsi. Harusnya bila para wakil wakil rakyat kita itu normal hati nuraninya, pasti akan setuju dengan langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, bukan sebaliknya.
Penulis juga sadar akan kekuatan jahat napsu berKorupsiria ternyata sudah menyebar ke aliran darah para warga masyarakat setingkat RT. Rapat rapat resmi RT untuk "menjual suara warga" kesalah satu calon anggota dewan, bagaimana mereka memandang seseorang yang menentang hal itu sebagai suara yang aneh dan bertentangan dengan tujuan mereka, suara provokator kompor Mbledug istilah mereka. Sadar atau tidak sadar ternyata keinginan korupsi itu sudah menjadi keinginan jamak sebagian warga masyarakat baik di Desa maupun di Kota.
Di luar hal diatas, Penulis mengucapkan selamat kepada Warga yang dengan ikhlas menjadi panitia Pemilu - Panita KPPS, yang tanpa pamrih bekerja sampai dini hari, juga mengucapkan selamat kepada warga yang melaksanakan kewajibannya untuk memilih di Pemilu dan selamat juga kepada para GOLPUT yang menentukan pilihannya untuk tidak memilih. MERDEKAAA...!!!
![]() |
| Jalanan kampung sepi saat coblosan. |
Minggu, 23 Maret 2014
Aerobik Pagi di Griya Citra Asri Surabaya.
Minggu pagi 23 maret 2014, lingkungan Griya Citra Asri Surabaya di ramaikan kegiatan senam Aerobik di masing masing RT, Peserta terbanyak ibu ibu, sedang bapak bapak masih enggan keluar rumah, masih menikmati secangkir kopi atau teh sambil menonton TV.
Didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat....
Lingkungan yang dihuni oleh jiwa jiwa yang kuat, menghasilkan lingkungan yang beradab....
Tuk wa....tuk wa...ayo Semangat.....
Didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat....
Lingkungan yang dihuni oleh jiwa jiwa yang kuat, menghasilkan lingkungan yang beradab....
Tuk wa....tuk wa...ayo Semangat.....
Langganan:
Postingan (Atom)
































































