Selasa, 12 November 2013

Surabaya kota Pahlawan - MEREKA SUDAH...KITA APA ?


Tanggal 10 November 2013 kemarin, yang bertepatan di hari minggu, kota Surabaya merayakan hari Pahlawan. Ada pawai kemerdekaan dengan tema "Surabaya Membara" di jalan jalan Surabaya, mulai dari Tugu pahlawan berpawai sampai ke kator Walikota surabaya- Taman Surya.
Melihat semangat dan antusiame warga Surabaya dalam merayakan kepahlawanan pendahulunya dalam membangun negeri membuat penulis sadar dan berfikir bahwa sebetulnya rakyat dan warga Surabaya khususnya - Rakyat Indonesia umumnya ternyata masih mempunyai semangat membangun negeri, meskipun ditingkat Pemimpin, Pejabat, Wakil Rakyat, Aparat penegak hukum di negara kita sangat Korup dan tanpa rasa malu memakan harta yang kotor.
Penulis tertarik dengan puisi yang dibuat oleh  Wakil Gubernur Jawa Timur - Gus Ipul yang dimuat di koran Jawa Pos pagi ini.....
MEREKA SUDAH, KITA APA ?
:Demi rasa hormat saya
pada orang orang
yang menjadikan Surabaya
kota Pahlawan
Mereka sudah, kita apa ?
Enam delapan tahun lalu
Surabaya jadi palagan
Tempat banyaknya warganya
kini kekal di surga
yang tanpa kata kata, yang
dengan tindakan, membuat sejarah tak terhapuskan....
Mereka sudah, kita apa ?

Ya...mereka para pahlawan sudah berkorban buat negeri ini...lalu kita apa ?....
Mungkin tidak akan bisa kita menyamai pengorbanan pahlawan kita, terlalu besar dan berbeda jamannya, namun kita masih bisa meneladani pribadi pribadi pahlawan itu.
Dengan langkah langkah sederhana yang bisa kita lakukan melalui sumbangsih tingkah laku sederhana dengan ikut serta kegiatan kampung, kerjabakti, membesuk tetangga sakit, menyumbang buku, menyumbang masjid atau rumah ibadah lainnya, menolong fakir miskin dan orang tua yang tidak mampu...dll.
Pahlawan adalah orang orang yang rela berkorban agar bisa bermanfaat untuk orang lain, Jadi...sudahkah kita bermanfaat untuk orang lain?
Memulai berkehidupan yang sederhana, yang berguna bagi sesama.
Tidak perlu risau dengan contoh buruk para pemimpin, pejabat, politikus, dan aparat yang korup di negeri kita...gak perlu di pikir...mereka lebih rendah dari BINATANG. kita adalah Manusia...mereka bukan. Bukankah Manusia HIdup untuk Menghidupi Manusia Lainnya?

MEREKA SUDAH, KITA APA ?
Mereka telah berkorban, tapi
tidak demi dirinya
Tapi, untuk sesuatu yang mereka
yakini lebih besar dari
hidupnya
Untuk Indonesia
Lalu, kita apa ?











Minggu, 03 November 2013

Membangun gudang penyimpanan Inventaris RT 07 RW 07...

Selamat pagi...selamat hari minggu...
Di minggu pagi ini, warga RT 07 RW 07 Griya Citra Asri Surabaya sudah bangun pagi untuk melaksanakan kerja bakti membangun gudang penyimpanan barang inventaris RT.
Sebagai informasi bahwa inventaris RT 07 sudah sangat banyak dan beragam mulai dari : Tikar, Kursi plastik, Tenda untuk kegiatan warga, panggung, Sound system, gerobak dll. Sehingga membutuhkan tempat khusus untuk menyimpannya.
Dipilihlah lahan kososng di ujung jalan buntu depan rumah pak Samudji. Memang lahan ini milik pengembang, gak tau juga ijinnya bagaimana hahaha, yang penting bismillah buat kebaikan warga RT 07, bilamana nanti diminta lagi sama pengembang ya dengan ikhlas kita serahkan kembali.
Berikut aktivitas kerja bakti di minggu pagi yang di dokumentasikan oleh Jacinda Darmawan...









Minggu, 27 Oktober 2013

Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya di minggu pagi...

Bagi warga Surabaya kawasan Ampel merupakan salah satu tempat alternatif untuk berlibur di minggu ataupun hari libur nasional, disamping tempatnya yang mudah dijangkau, juga mempunyai obyek wisata antara lain makam Sunan Ampel - salah satu 9 Wali penyebar agama Islam, Masjid Ampel yang merupakan rangkaian wisata religie, juga aneka barang jual beli pengiring wisata religius lainnya mulai dari aneka makanan Middle East, Parfum, Kurma, Baju Gamis, Air Zam Zam dll.
Dari Griya Citra Asri kalau naik sepeda motor ditempuh 30 menit perjalanan, bisa juga dengan naik angkutan umum turun di Terminal Jembatan Merah Surabaya, setelah itu naik becak saja...lebih nyantai dan menikmati perjalanan dengan bangunan tua di sisi kanan dan kiri sebagai pemandangannya...
Berikut gambaran Ampel di Minggu Pagi....





Selasa, 22 Oktober 2013

Iedul Adha 2013 di Griya Citra Asri Surabaya

Sholat Iedul Adha 2013 ini masih di Masjid kita yang belum jadi, entah tahun berapa masjid Griya Citra Asri selesai pembangunannya, hanya warga dan para Dermawan yang bisa membantu percepatan pembangunan ini.
Meskipun di Masjid yang belum jadi, warga antusias dan khusuk melakukan sholat Iedul Adha tahun ini.







Selasa, 01 Oktober 2013

Pemandian air panas Pacet Mojokerto

Entah sudah berapa tahun penulis tidak mengunjungi area wisata Pacet Mojokerto, mungkin sudah 10 tahunan lah, oleh sebab itu di minggu pagi setelah sholat Subuh, penulis beserta keluarga meluangkan waktu untuk berwisata ke pemandian air panas Pacet Mojokerto.
Dari Griya Citra Asri Surabaya hanya membutuhkan waktu 2 jam, melewati Citraland, Lakarsantri, Driyorejo belok kanan kearah Miwon dan lanjut menyusuri jalan kearah Mojosari - Pacet Mojokerto.
Meskipun di hari minggu tapi kalau kita berangkat pagi hari, jalanan masih lengang lancar dan segar, sehingga dapat menikmati perjalanan tanpa bising dan semrawut lalulintas jalan.
Sesampai jalur menuju Pacet hawa dan suhu mulai sedikit dingin ( sepertinya tidak sedingin dan sesejuk dulu deh, waktu penulis terakhir berkunjung 10 tahun yang lalu ) - kanan kiri tetap pemandangan pegunungan dan bentangan area persawahan dan perkebunan, rumah maupun toko sudah banyak tumbuh ternyata.
Pintu gerbang pemandian air panas Pacet terlihat di kejauhan...belum banyak perubahan sepertinya, setelah membayar tiket masuk Wisata 4 orang Rp.65 ribu, penulis langsung parkir.
Sudah banyak berubah, dulu terlihat rimbun dengan pohon pohon besar dan suara gemericik air deras disertai suara kumbang pohon bersahutan, sekarang berganti berjejer warung makanan dan minuman, warung sayur mayur, warung oleh oleh dan cenderamata ( tidak seperti yang penulis bayangkan...welehhh)
Dengan rasa penasaran penulis lanjutkan mencari pemandian air panasnya, ternyata sudah berpindah agak jauh dari pintu gerbangnya...setelah sampai - bayar lagi Rp.10rb / orang...lumayan Rp.40.000,-.
Langsung menuju sasaran kolam air panas ahhh...muter muter mengikuti penunjuk arah...happp...nyampaiiii....
Pemandian air panas Pacet ternyata tidak seperti yang penulis bayangkan....kolamnya kecil kecil ada 3 tempat, air panas tetap...tapi warnanya hitam jorok...ditambah yang berendam kayak cendol.
Mau buka celana plus baju jadi mikir 1.000 X....ilfill...gak selera.
Sepertinya pengelola pemandian air panas Pacet Mojokerto tidak mempunyai konsep berwisata yang sesuai dengan keinginan pengunjung W I S A T AAA....sepertinya pengelola hanya berpikiran mengeruk keuntungan sebesar besarnya dengan dijejali produk produk wisata kurang bonafid, produk wisata kampungan bahasa kasarnya....
Nasi sudah menjadi bubur...semoga buburnya bubur ayam Bandung yang bisa dinikmati....akhirnya penulis balik ke parkir mobil....bayar lagi 10rb karena ternyata mobil kita dicuci sama petugas parkir....jadi dengan pengeluaran masuk plus tiket sebesar total Rp.115.000,- hanya menyaksikan kolam air panas kecil berwarna coklat kehitaman.
Not Recommended deh.....






Wisata Hunting Photo Human Interest Tugu Pahlawan Surabaya.

Berwisata tidak harus di luar kota, tidak harus pemandangan alam maupun permainan wahana wisata, tidak juga wajib membayar mahal tiket masuknya. Bila pembaca suka dengan photografi, berwisata bisa dengan cara hunting photo dengan obyek Human Interest sambil bersosial mengasah empati terhadap sesama, bukannya manusia hidup saling menghidupi manusia lainnya?
Kawasan Tugu Pahlawan Surabaya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan wisata hunting photo tersebut.
Terletak di jantung kota Surabaya, mudah di jangkau dengan segala macam alat transportasi, banyak hal yang menarik diabadikan disana mulai dari pedagang pakaian, pedagang makanan ringan, pedagang binatang peliharaan, sampai dengan jualan aneka hobbie.
Bila kita mengitari area luar Tugu Pahlawan, seakan semua tergambar dan siap untuk diabadikan semua jenis potret kehidupan manusia disana.
Topeng monyetpun bisa dengan mudah berbaur menghibur kita, untung Jokowi bukan Gubernur kita...hehehe....jadi di Surabaya...Sarimin masih pergi ke pasar...salam melatih empati.
Wisata Kota - Hunting Photo Human Interest di Tugu Pahlawan Surabaya.