Selasa, 22 Oktober 2013

Iedul Adha 2013 di Griya Citra Asri Surabaya

Sholat Iedul Adha 2013 ini masih di Masjid kita yang belum jadi, entah tahun berapa masjid Griya Citra Asri selesai pembangunannya, hanya warga dan para Dermawan yang bisa membantu percepatan pembangunan ini.
Meskipun di Masjid yang belum jadi, warga antusias dan khusuk melakukan sholat Iedul Adha tahun ini.







Selasa, 01 Oktober 2013

Pemandian air panas Pacet Mojokerto

Entah sudah berapa tahun penulis tidak mengunjungi area wisata Pacet Mojokerto, mungkin sudah 10 tahunan lah, oleh sebab itu di minggu pagi setelah sholat Subuh, penulis beserta keluarga meluangkan waktu untuk berwisata ke pemandian air panas Pacet Mojokerto.
Dari Griya Citra Asri Surabaya hanya membutuhkan waktu 2 jam, melewati Citraland, Lakarsantri, Driyorejo belok kanan kearah Miwon dan lanjut menyusuri jalan kearah Mojosari - Pacet Mojokerto.
Meskipun di hari minggu tapi kalau kita berangkat pagi hari, jalanan masih lengang lancar dan segar, sehingga dapat menikmati perjalanan tanpa bising dan semrawut lalulintas jalan.
Sesampai jalur menuju Pacet hawa dan suhu mulai sedikit dingin ( sepertinya tidak sedingin dan sesejuk dulu deh, waktu penulis terakhir berkunjung 10 tahun yang lalu ) - kanan kiri tetap pemandangan pegunungan dan bentangan area persawahan dan perkebunan, rumah maupun toko sudah banyak tumbuh ternyata.
Pintu gerbang pemandian air panas Pacet terlihat di kejauhan...belum banyak perubahan sepertinya, setelah membayar tiket masuk Wisata 4 orang Rp.65 ribu, penulis langsung parkir.
Sudah banyak berubah, dulu terlihat rimbun dengan pohon pohon besar dan suara gemericik air deras disertai suara kumbang pohon bersahutan, sekarang berganti berjejer warung makanan dan minuman, warung sayur mayur, warung oleh oleh dan cenderamata ( tidak seperti yang penulis bayangkan...welehhh)
Dengan rasa penasaran penulis lanjutkan mencari pemandian air panasnya, ternyata sudah berpindah agak jauh dari pintu gerbangnya...setelah sampai - bayar lagi Rp.10rb / orang...lumayan Rp.40.000,-.
Langsung menuju sasaran kolam air panas ahhh...muter muter mengikuti penunjuk arah...happp...nyampaiiii....
Pemandian air panas Pacet ternyata tidak seperti yang penulis bayangkan....kolamnya kecil kecil ada 3 tempat, air panas tetap...tapi warnanya hitam jorok...ditambah yang berendam kayak cendol.
Mau buka celana plus baju jadi mikir 1.000 X....ilfill...gak selera.
Sepertinya pengelola pemandian air panas Pacet Mojokerto tidak mempunyai konsep berwisata yang sesuai dengan keinginan pengunjung W I S A T AAA....sepertinya pengelola hanya berpikiran mengeruk keuntungan sebesar besarnya dengan dijejali produk produk wisata kurang bonafid, produk wisata kampungan bahasa kasarnya....
Nasi sudah menjadi bubur...semoga buburnya bubur ayam Bandung yang bisa dinikmati....akhirnya penulis balik ke parkir mobil....bayar lagi 10rb karena ternyata mobil kita dicuci sama petugas parkir....jadi dengan pengeluaran masuk plus tiket sebesar total Rp.115.000,- hanya menyaksikan kolam air panas kecil berwarna coklat kehitaman.
Not Recommended deh.....






Wisata Hunting Photo Human Interest Tugu Pahlawan Surabaya.

Berwisata tidak harus di luar kota, tidak harus pemandangan alam maupun permainan wahana wisata, tidak juga wajib membayar mahal tiket masuknya. Bila pembaca suka dengan photografi, berwisata bisa dengan cara hunting photo dengan obyek Human Interest sambil bersosial mengasah empati terhadap sesama, bukannya manusia hidup saling menghidupi manusia lainnya?
Kawasan Tugu Pahlawan Surabaya bisa menjadi salah satu alternatif pilihan wisata hunting photo tersebut.
Terletak di jantung kota Surabaya, mudah di jangkau dengan segala macam alat transportasi, banyak hal yang menarik diabadikan disana mulai dari pedagang pakaian, pedagang makanan ringan, pedagang binatang peliharaan, sampai dengan jualan aneka hobbie.
Bila kita mengitari area luar Tugu Pahlawan, seakan semua tergambar dan siap untuk diabadikan semua jenis potret kehidupan manusia disana.
Topeng monyetpun bisa dengan mudah berbaur menghibur kita, untung Jokowi bukan Gubernur kita...hehehe....jadi di Surabaya...Sarimin masih pergi ke pasar...salam melatih empati.
Wisata Kota - Hunting Photo Human Interest di Tugu Pahlawan Surabaya.














Pilkada Jawa Timur 2013 di Griya Citra Asri Surabaya.

Jawa Timur sebagai salah satu barometer keamanan dan stabilitas Negara Indonesia, sedang memilih pemimpin 5 tahun kedepan, dengan 4 pasangan Cagub dan Cawagub diharapkan Pemilukada di Jawa Timur dapat sukses dan terpilih pemimpin yang peduli kepada rakyatnya, pemimpin yang merasakan lapar dahulu sebelum rakyatnya lapar, Pemimpin yang tau apa itu amanah dan apa itu Dosa.
Selamat memilih Jawa Timur....






Fogging Nyamuk di Minggu pagi...

Mendekati musim hujan, di minggu pagi RT 07 RW VII Griya Citra Asri melakukan fogging nyamuk, memang belum ada warga yang terkena demam berdarah, tetapi pengurus RT 07 dan warganya, telah melakukan antisipasi secara mandiri melakukan penyemprotan - pengasapan nyamuk demam berdarah dengan urunan setiap KK, bila setiap masyarakat di Surabaya dan di INdonesia mempunyai kepedulian lingkungan dan peduli akan kesehatan warganya seperti warga Griya Citra Asri 0707 ini...hmmm pasti bisa hidup sehat dan sejahtera...
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai antisipasi terhadap segala sesuatunya....








 

Jumat, 21 Juni 2013

Kuala Namu...Bandara baru Medan, Sumatra Utara..

     Libur libur di minggu yang cerah malas ini..lagi lagi penulis harus ke Kuala Namu..ya Kuala Namu...nama Bandar Udara baru Medan Sumatra Utara. Kalau penulis hitung ini adalah kunjungan yang ke lima melakukan..survei...survei...survei hehehe, kalau bahasa koran Jawa Pos...kerja...kerja...kerja....
Kuala Namu ditargetkan oleh pemerintah harus selesai di bulan Maret 2013 kemarin, akan tetapi kenyataanya mundur-molor sampai bulan April ini juga belum siap, dan pemerintah merevisi targetnya harus selesai di bulan September 2013. Apakah sesuai target? hmmmm...sepertinya mundur lagi...hehehe.
Memang untuk landasan pacu, taxiway dan menara ATC sudah 100%, sedang terminal penumpang, kargo, fasilitas bandara, electricity, air bersih, penyejuk ruangan masih 90%.
Masalah terbesar tertundanya project bandara ini adalah akses jalan ke arah Kuala Namu, baik dari Batang Kuis maupun dari Lubuk Pakam.

Akses tol Batang Kuis
Penunjuk arah ke Kuala Namu


Dari arah Tol Batang Kuis masih terkendala pembebasan lahan, sehing ada beberapa ruas jalan yang masih belum bebas. Sedangkan dari arah Lubuk Pakam akses jalan masih 75% sudah diperlebar dan di aspal mulus....Oh ya...nantinya Bandara Kuala Namu bisa dijangkau dengan kereta api dari Medan yang langsung bisa masuk ke area Bandara, itupun masih meninggalkan beberapa permasalahan mulai dari banyaknya perlintasan kereta api dari Medan ke Bandara, juga permasalahan mono rel yang membutuhkan pemikiran lumayan puyeng dikemudian hari.





Sabtu, 23 Maret 2013

Backpacker ke Sabang-Pulau We-Aceh

....Lagi lagi penulis merasa beruntung dapat bepergian dengan biaya murah...disamping mendapat tugas dari perusahaan untuk melakukan survey ke Banda Aceh, penulis sempatkan untuk menyeberang ke Sabang-Pulau Weh yang merupakan pulau terluar Indonesia yang terdapat tugu titik NOL Kilometer Indonesia...
Untuk menuju ke Sabang, dari Medan bisa ditempuh dengan naik Bus atau naik pesawat..kalau naik pesawat Medan-Banda Aceh bisa ditempuh dengan Sriwijaya Air, Air Asia dengan tiket pesawat Rp.300.000.
Kali ini penulis mencoba jalan darat...yaitu naik Bus patas - Sempati Star yang pangkalannya di Jl.Pondok Klapa, Ring Road Medan....penulis sengaja memilih bus VIP karena perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 12 jam dari Medan ke Banda Aceh, sehingga dibutuhkan Bus yang bisa memberikan kenyamanan dan bisa tidur nyenyak di perjalanan...hehehe...12 jam coyyy...jauhhh...



Bus Sempati Star - tiket dari harga Rp.145.000 ekonomi - Rp.210.000 VIP
Jadwal perjalanan dimulai dari Medan pukul 20.00 WIB yang diperkirakan akan sampai di terminal Bus Batoh Banda Aceh- pukul 07.00 WIB. Ditengah perjalanan akan singgah sebentar kurang lebih 30 menit di Rumah makan di daerah Matangglumpang Dua.Peusangan. yang menyajikan makanan khas Sate Lembu dengan kuah Gulai dan sepiring nasi putih...lumayan mahal...Rp.30.000/porsi.
Setelah menikmati sepiring Sate lembu plus Gulainya bus melanjtkan perjalanan, penulis sarankan untuk kembali tidoorr...hehehe...masih jauh tuh...
Pukul 07.00 pagi, bus sudah memasuki terminal BATOH Banda Aceh, selanjutnya perjalanan dilanjutkan lagi menuju ke pelabuhan ULEE LHEUE yang bisa ditempuh dalam waktu 20 menit.... bisa dengan taxi atau becak, taxi Rp.40.000 kalau becak Rp.20.000. Penulis sarankan naik taxi aja...karena bisa muat 4 orang hehehe, kalau naik becak hanya bisa muat 2 orang, dan juga harus mengejar kapal ferry ke pulau Sabang yang mempunyai jadwal hanya 2 X dalam sehari, yaitu jam 09.00 pagi dan jam 14.00 sore hari.
Dari pelabuhan ULEE LHEUE Banda Aceh ke pelabuhan Balohan Sabang ditempuh dalam waktu 45 menit dengan kapal ferry cepat.
Oh ya..penulis ingatkan kalau sudah di pelabuhan ULEE LHEUE harus segera mengantri tiket ferry, karena sangat terbatas dan seringkali kehabisan tiket, bila kita kehabisan tiket yang berangkat jam 09.00 pagi, maka kita harus bersabar lagi menunggu ferry yang berangkat jam 14.00 sore...hati hati...harus segera antri tiket ferry...
Harga tiket ferry yang ekonomi Rp.65.000 dan yang VIP Rp.75.000, bedanya hanya ruangan AC saja..

Jarak tempuh yang hanya 45 menit bisa dipergunakan untuk mengambil foto2 pemandangan laut dan beberapa perahu nelayan yang berjejer mencari ikan...kapal lumayan bergoncang...
Pelabuhan Balohan-Sabang

Nunggu sewa Sepeda Motor di pelabuhan Balohan Sabang
Sesampai di Pelabuhan Balohan Sabang, penulis sarankan untuk menyewa sepeda motor saja, disamping murah, juga sangat gampang buat putar-putar daerah dengan leluasa, harga sewa sepeda motor 1 hari Rp.75.000 - Rp.100.000,-. bensin isi sendiri yaaa...bisa berboncengan hemat biaya...hehehe

Setelah di Sabang sudah sekitar jam 11.00 siang, kita bisa mencari penginapan sederhana, bisa di derah Sabang Kota, atau di daerah wisata di pantai Iboih, Pantai Sumur Tiga atau didaerah Sabang Fair...terserah...kalau mau romantis dengan istri atau pacar bisa menginap di bungalow sekitar pantai yang harga sewanya dari Rp.100.000,- sampai Rp.200.000,-.
Penulis putuskan menginap di Sabang kota karena berada ditengah tengah kawasan wisata yang akan penulis kunjungi.
Beberapa kawasan wisata yang bisa dikunjungi adalah kawasan pantai yang indah dengan pasir putihnya - Pantai IBOIH dan pantai Sumur Tiga, Titik NOL kolometer Indonesia - jangan lupa minta sertifikat titik Nol Kilometer yaaa...cuman Rp.20.000,-/sertifikat, Pantai Item, Pantai Anak laut, atau Sabang Fair yang menyajikan aneka culinary Aceh dan Sabang yang berada di sepanjang pantai dengan menikmati Sun set atau Sun rise.
Untuk menuju ke titik Nol kilometer Indonesia melalui jalan berkelok kelok dengan kondis jalan yang bagus dan beraspal mulus.
Nih perincian biaya dari Medan ke Sabang :
Tiket Bus PP : Rp.290.000,- (ekonomi), Taxi dari terminal Batoh-Banda Aceh ke pelabuhan Ulee Lheue Rp.80.000,- PP, Kapal Ferry ke Sabang Rp.130.000,- PP, Sewa Sepeda Motor Rp.100.000/hari, Bensin Rp.25.000,-, Penginapan Rp.150.000/hari,Sewa peralatan Snoorkling dan pelampung Rp.50.000,-, Sewa kapal ke pulau Seulako Rp.150.000,-,Sertifikat Titik Nol Kilometer Rp.20.000/sertifikat, Makan dan minum Rp.100.000/orang/hari. Total Biaya per orang Rp.1.095.000,-/orang.
Berikut photo-photonya yaaa...


Titik NOL Kilometer Indonesia






Bungalow di tepi pantai Iboih



Photo by IbEn
Photo by IbEn

Photo by IbEn

Photo by IbEn

Photo by IbEn

Photo by IbEn
Photo by IbEn
Photo by IbEn

Photo by IbEn

Photo by IbEn
Selamat menikmati yaaa....
....Damn !!! I Love Indonesia...