Selasa, 21 Januari 2020

Hujan Angin di bulan January 2020

Surabaya dalam 3 hari ini di guyur hujan deras disertai angin kencang, beberapa kawasan tergenang air sampai dengan1 meter lebih, daerah Mayjend Sungkono yang paling dalam genangan airnya.
Di kawasan Griya Citra Asri juga diguyur hujan deras bahkan menumbangkan salah satu pohon mangga peneduh milik warga. Beberapa kabel listri penerangan jalan dan kabel CCTV terkena dampaknya, beberapa terputus dan menjulur ke tanah membahayakan keamanan pejalan kaki.
Di minggu pagi setelah reda segera diadakan kerja bakti untuk memperbaiki saluran air, gorong gorong selokan dan pembenahan aliran listrik dan kabel CCTV.
Semoga tidak ada lagi angin puting beliaung dan hujan deras di bulan bulan berikutnya.


Serah terima jabatan RT 07 RW 07 Griya Citra Asri 2020

Kepengurusan Rukun Tetangga berakhir di bulan January 2020 ini, Serah terima jabatan ketua RT lama dengan ketua RT baru yang terpilih dilakukan tanggal 19 January 2020 dari ketua RT lama bapak Sutrisno Samidi ke ketua RT baru masa bakti 2020-2023 bapak Marjoko.
Semoga sukses dan tetap semangat mengemban tugas sosial yang diamanahkan.





Sabtu, 24 Agustus 2019

Jalan sehat...sehat jalan 2019

Jalan sehat 2019 kali ini di dokumentasikan oleh si Jas, bapak e pensiun
Selamat menikmati...
























Minggu, 04 Agustus 2019

Kerja Bakti

Kerja Bakti...Nikmati saja, nggak usah dipikir. Segera keluar rumah, pakai baju sederhana dan topi, bawa sapu atau sabit atau tanpa bawa apa apa juga boleh, mau pakai sarung juga boleh, temui orang orang sambil tersenyum, jangan ada sinetron. Nikmati saja.
Kerja Bakti itu refreshing yang sangat murah meriah. Pikiran akan cepat menjadi sehat setelah suntuk mikirin kerja dan tekanan kehidupan.
Kerja Bakti adalah bentuk dari kehidupan bertetangga, karena disitu ada Silaturahmi, saling membantu, saling mensupport antar tetangga.
Yang tidak mau Kerja Bakti? biarkan saja...bukan urusan kita...qiqiqiqi.


  












Minggu, 07 Juli 2019

Penjual Kue Puthu - mas Sutrisno


Namanya pak Sutrisno - Seperti nama pak RT kita yaaa...qiqiqi penjual kue Puthu yang setiap sore berjualan diseputar wilayah perumahan kita.

Pak Sutris berasal dari Jogja sedang istrinya dari Solo, tempat dimana kue Puthu pertama kali ditemukan dan disajikan di Mataram tahun 1814 di masa kerajaan Mataram. Disebutkan kala itu Ki Bayu Panurta meminta santrinya menyajikan hidangan pagi pendamping kue serabi.

Setiap hari pak Sutris dan istri membuat adonan kue Puthu dari tepung beras kasar 3,5 kg yang bila di buat kue menjadi 400 biji kue Puthu, dijual Rp.1.000/bijinya. Adonan 3,5 kg itu harus habis terjual setiap harinya, karena bila tersisah maka tidak bisa dijual keesokan hari - mambu katanya, tapi menurut pak Sutris selalu habis, wow..lumayan ya pendapatan Rp.400.000/perhari.

Ternyata jajanan Puthu berasal dari masa dinasti Ming, 1200 tahun yang lalu, namanya dulu XianRoe Xiao Long. Isian Puthu sendiri ikut berubah dari kacang hijau jadi gula jawa karena lebih mudah didapatkan di Indonesia saat itu.
Tuuuuutttt...suara khasnya itu lo...yang ngangeni.