Selasa, 08 Desember 2015

Pilkada serentak 2015 di GRiya Citra ASri

Salam coblos..
Selamat untuk warga Surabaya umumnya dan warga Griya Citra Asri khususnya, untuk Pilkada serentak 2015 kita bisa berpartisipasi setelah menempuh pergulatan panjang yang membuat was was akan pemimpin kita dengan tidak adanya calon penantang incumben bu Risma.
Namun dipagi hari ini kita bisa melaksanakan pemilihan pemimpin kita secara langsung dan serentak.
Selamat berpartisipasi memilih pemimpin..


















Jumat, 04 Desember 2015

Dari satu langkah kecil ku ingin berlari

Fatur baru menjadi yatim sebulan yang lalu, bapaknya yang bekerja sebagai supir angkot jurusan Wonokromo - Jembatan Merah Surabaya.. diambil di pagi hari oleh Tuhan YME tanpa keluhan sakit ataupun pertanda lainnya, sama dengan penjual kue cucur yang ditabrak Lamborgini saat minum wedang jahe dipagi hari di Jl Manyar Surabaya kemarin...tiba tiba meninggalkan anaknya dalam keadaan Yatim.
Mungkin itu yang harus dijalani Fatur dan ketiga adiknya...tetap melanjutkan langkah untuk bertahan hidup yang dia sendiri tidak tau harus bagaimana.
Menjadi pencuci piring di hotel mungkin bukan cita cita idamannya, namun apalah arti bekal ijazah SMP dan dengan lampiran tanda pendaftaran Kejar Paket C yang dia punya,dijaman yang serba bersaing saat ini?
Sepeda butut peninggalan bapaknya menjadi teman pengantar ke tempat kerja....Tanpa rem, tidak ada  bel ataupun asesoris sepeda lainnya.
....dua tahun kedepan kamu mau jadi apa Tur ?.....dengan mantap dia menjawab...Saya pingin jadi KOKI Pak..!!!









Rabu, 02 Desember 2015

Tretes Pandaan

Bila kita menyebut nama Tretes, Pacet, Batu atau Trawas...angan kita akan terlintas gambaran area pegunungan yang dingin, sejuk, suara kumbang dan jalan yang kelok naik turun...
Atau bisa juga mengacu dengan banyaknya pelancong, mobil berderet sepanjang kiri kanan jalan, penjaja sewa vila, penjual sate kelinci, wedang ronde angsle, jasa pijat capek, penjual pecel, pasar buah atau penjaja kuda sewa...
Ada juga gambaran sebagian orang dengan pikiran kotor seputaran Tretes...Terserah pembaca memainkan khayalnya.
Yang pasti Tretes sekarang adalah Tretes yang telah lelah dan letih mengikuti alur selera para wisatawannya...
Termasuk Anda...










Jumat, 11 September 2015

Qurban Kambing yukkk...

Selamat weekend teman...
Menghadapi Hari Raya Qurban bulan depan, mulai terlihat penjual hewan qurban yang menyebar di seputar Surabaya.
Masih terlintas jelas di bulan lalu kita dipusingkan dengan tingginya harga daging sapi, langkanya hewan ternak sapi yang siap potong dan demo para pedagang daging sapi yang ada di pasar tradisional. Keadaan tersebut berbanding terbalik di minggu minggu ini saat Hari Raya Qurban akan berlangsung. Pedagang hewan Qurban sapi mudah kita jumpai disetiap sudut Surabaya menggelar dagangannya, mulai dari sapi yang berharga 8 jutaan sampai sapi dengan harga 100 jutaan.
Pertanyaannya adalah...kemana sapi sapi itu bulan lalu? apakah mereka baru lahir minggu ini? atau mereka ngumpet di kandang? atau mereka baru berganti wujud dari seekor ayam menjadi sapi saat Iedul Qurban? hahahaha...
Prinsip ekonomi berlaku di setiap perayaan Iedul Qurban...Terbatasnya pasokan : Tingginya permintaan = Harga tinggi.
Tingginya permintaan hewan qurban sapi dikarenakan mulai beralihnya masyarakat pengQurban yang dulunya terbiasa Qurban kambing atau domba ke sapi. Tren ini dimulai di awal tahun 2000an, dimana para pengQurban merasa lebih sreg atau bergengsi kalau mereka berQurban sapi daripada qurban kambing...meskipun dengan cara urunan ber 7. oh ya...mereka berqurban sapi juga karena Qurban urunan sapi jatuhnya lebih murah daripada qurban 1 ekor kambing atau domba....hehehe - lebih murah - lebih bergengsi...hahahaha.
Belum lagi dari segi praktis dan efisiennya bagi panitia qurban, dengan sekali sembelih qurban sapi sama dengan menyembelih 10 ekor kambing...hehehe, tapi panitia qurban jangan protes yaaa bila pahalanya juga akan lebih ekonomis...qiqiqiqi.
Ayooo kita kembali biasakan berqurban kambing atau domba.
Pada 2015, populasi ternak domba dan kambing mencapai 36 juta ekor dengan dipelihara sederhana skala rumah tangga peternak (kurang dari 10 ekor) di seluruh wilayah Indonesia didominasi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sangat jauh dari populasi ternak sapi, mari kita jaga populasi ternak sapi kita berkembang, biar produksi ternak sapi Indonesia bisa tumbuh besar, biar tidak ada kelangkaan daging sapi, petani dan peternak bisa tenang mengembangkan peternakannya tanpa di ganggu para spekulan pedagang hewan qurban.Aku mulai meninggalkan berQurban urunan sapi...ayuk Qurban kambing atau domba mulai sekarang.

" Hewan qurban yang lebih utama adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing. 
Namun satu ekor kambing lebih baik daripada kolektif dalam sapi atau unta "