Jumat, 14 Maret 2014

Masa kampanye Pemilu Legislative 2014

Selamat hari Sabtu para pembaca,
Pagi hari udah dapat bbm berantai mengenai dimulainya Kampanye Pemilu Damai.

" Surabaya Only, Hari ini Sabtu siang jam 13.00 s/d 18.00 ada pawai kampanye damai dalam bentuk pawai dengan mobil hias, diikuti semua parpol peserta Pemilu. Rutenya Makodam Hayamuruk, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Bubutan, Tugu Pahlawan, Tunjungan, Panglima Sudirman, Darmo dan finish di Taman Bungkul - Berpotensi Macet dan ditutup."

Hmmm...Kalau dihitung mundur memang kurang 25 hari lagi PEMILU, tapi para Caleg semua Partai sudah buanyak tebar pesona di semua sudut jalan dan area strategis yang bisa dilihat orang.
Mungkin kita sebagai pemilih atau bisa dibilang konsumen produk mereka dengan berbagai gaya rayuan lewat baliho, poster, bilboard dan iklan mereka di media masa - Harus jeli dan tetap kritis seperti kita membeli produk makanan, minuman dan barang di supermarket atau mall, kita harus benar benar tau produk itu biar tidak salah pilih.
Coba pembaca perhatikan cara mereka si Caleg itu tebar pesona di jalan jalan....
  • Di perempatan jalan, biasanya Photonya lagi senyum, wajahnya putih bersih - bahkan sangat putih dan bersih, bibirnya bisa merah merona ( walaupun Calegnya Pria ) * Pakai Photosop wkwkwkwk.
  • Pohon pohon dipinggir jalan sekarang juga lagi tersiksa, dipaku, digantungi, diikat kawat sama mereka para Caleg. tapi lumayan juga, kalau biasanya pohon dimalam hari sendirian, sekarang ada temannya...yaitu para Caleg penunggu pohon...hahahaha.
  • di baliho untuk Pakaiannya biasanya disesuaikan dengan warna partainya, baju gamis, jas, pakai kopyah, kalau yang cewek pakai blazer, rambut di sanggul, disasak tinggi, berjilbab dll. Pokoknya dibuat sesempurna mungkin lah, Syahrini aja kala....ehehehe, para Photosoper bekerja ekstra keras ya...
  • Dibelakang photonya atau disamping biasanya disejajarkan dengan tokoh Nasional mulai dari Jokowi, Risma, Gus Dur, Prabowo, Mega, SBY, Bung Karno. bahkan ada yang sampai kurang Pede dengan diri sendiri sampai sampai tokoh nasional satu keluarga dipajang semua...masih dengan senyum se indah indahnya...wkwkwkwk.
  • Tag linenya tetap tidak berubah dari waktu ke waktu :..."Peduli Wong Cilik", "Amanah dapat dipercaya", "Bolo Dewe asli Arek Suroboyo", "Anti Korupsi", "Lurus dan tegas", "Penyambung lidah bung Karno", "Penerus perjuangan Gus Dur" dll. hehehe...
  • Sibuk bersosialisasi ke rakyat, gedung dewan ditinggal kosong, padahal kalau tidak waktunya Pemilu-Boro boro blusukan, ngantor di gedung Dewan aja ya males...wkwkwk
  • Yang lainya boleh diusulkan pembaca deh...biar nanti saya masukkan lagi ...hehehe
Iklan iklan mereka yang sangat banyak dan membuai itu bila kita salah pilih ya tidak bisa kita minta pertanggung jawaban ke mereka, tidak bisa kita minta lagi hak pilih kita ke mereka, bisanya cuman nelongso, lus lus dodo, cuman bilang "asem'...dibujuk i aku...hehehe.
Tidak seperti kalau kita baca iklan suatu produk barang atau makanan, terus tidak sesuai dengan iklannya kita bisa protes dan minta ganti rugi, kita bisa nuntut lewat lembaga bantuan konsumen...iya toh. Lah coba kalau kita bisa menuntut...yo masuk penjara semua itu para Caleg - kena pasal penipuan iklan atau promosi yang dikeluarkan.

Coba di cek kinerja anggota dewan yang terhormat di 5 tahun terakhir, mbleset semua toh...


KOMPAS.com —  Dalam kurun waktu lima tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 telah menghabiskan anggaran hingga Rp 11,8 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut berbanding terbalik dengan capaian kinerja parlemen yang relatif rendah.
Berdasarkan data Indonesia Budget Center (IBC), dari total anggaran Rp 11,8 triliun itu, sekitar 70 persen atau Rp 8,3 triliun dialokasikan untuk membiayai kegiatan anggota DPR. Adapun Rp 3,5 triliun lainnya untuk anggaran Sekretariat Jenderal DPR.
Dilihat dari anggaran setiap tahun, anggaran untuk kegiatan anggota DPR sesungguhnya terus naik.
Tahun 2010, anggaran DPR sebesar Rp 1,03 triliun. Pada 2011 naik menjadi Rp 1,17 triliun. Pada 2012, anggaran anggota DPR naik lagi menjadi Rp 1,51 triliun, tahun 2013 kembali naik menjadi
Rp 2,22 triliun, dan tahun 2014 naik lagi menjadi Rp 2,37 triliu
n.

Lah coba kalau mereka itu pegawai swasta kayak Saya, dengan pencapaian kinerja yang seperti itu ....yo langsung 3 bulan pecat Pak De...Selamat siang terimakasih silahkan tutup pintu dari luar...hehehe...
 
Prestasi mereka hanya ini lo :

  • Korupsi nomor satu
  • Absen sidang nomor satu
  • Tidur di sidang nomor satu
  • Membahas Undang undang dan mengesahkannya...yo nomor satu malesnya
  • Minta THR ke perusahaan perusahaan...nomor satu
  • Bergaya hidup mewah dan perlente...nomor satu
  • Pat gulipat...nomor satu
  • dll banyak macam keburukan yang nomor satu di mereka....
Hayooo....
Apakah kita masih terbuai dengan bujuk rayu dan omong kadal mereka?
Jangan GOLPUT...tapi juga jangan asal pilih...
Pilih yang kita benar benar tau kepribadian dan sepak terjang Caleg.










Minggu, 19 Januari 2014

Kerja Bakti - Nilai luhur bangsa Indonesia

Penulis sengaja memberi judul kali ini adalah " Kerja Bakti - Nilai luhur bangsa Indonesia "
Bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah dari Sabang sampai Merauke otomatis mempunyai beragam adat istiadat, bahasa, kebudayaan dan karakter masyarakatnya. Dan Nilai luhur bangsa diambil dari beragam norma yang ada di masyarakat. Dari pengalaman penulis menjelajahi daerah mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera,dan pulau Jawa, Kegiatan Kerja bakti pasti ada dan tetap dilaksanakan dengan guyub, damai dan saling tenggang rasa disemua aktivitasnya sampai sekarang, jadi boleh penulis katakan bahwa Kegiatan Kerja Bakti merupakan bukti nyata dari aplikasi nilai luhur bangsa Indonesia dalam bermasyarakat.
Didalam kerja bakti rasa gotong royong, tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya, ganteng dan jelek, hitam dan putih, Pintar dan bodoh, pejabat dan karyawan, semua tidak ada perbedaan ataupun penyekatnya.
Biasanya kerja bakti dipimpin oleh seorang Camat, Lurah, RW, RT sebagai pemimpin kegiatan kerja bakti, dan warga diharapkan mengikuti arahan dan aturan yang disepakati bersama dalam bergotong royong, misalnya nih ya : kerja bakti hari ini fokus membersihkan selokan depan perumahan, kelompok dibagi menjadi beberapa bagian, konsumsi hari ini soto ayam, yang ikut kerja bakti mengisi absen dulu..dll.
Warga secara sadar diwajibkan mengikuti dan mematuhi arahan dan aturan yang berlaku, tidak boleh sewenang wenang, tidak boleh kerja individu mementingkan egonya sendiri, tidak boleh mencela hasil kerja, atau yang lebih ekstrim tidak boleh membubarkan kerja bakti warga dengan alasan individu dan kesewenang wenangan.
Memang di masyarakat pasti ada beberapa oknum yang mempunyai perilaku yang menyimpang dari adab bermasyarakat. Misalnya : orangnya tidak pernah bergaul dan tidak pernah ikut kerja bakti, ada juga hanya nyumbang konsumsi tapi tidak pernah ikut, atau ada yang lebih seru lagi...udah tidak ikut kerja bakti, habis itu datang ke tempat kerja bakti terus marah marah sama pak RT dan warganya dan membubarkan acara kerja bakti...hahahaha...semoga tidak ada ya...edian tenan itu kalau ada, gimana gak ediann..seorang individu bisa menghentikan acara kerjabakti warga yang di pimpin oleh RT - resmi lagi pakai undangan kerja bakti....weleh weleh...pasti oknum itu otot kawat balung wesi, diobong gak murup,di tembak lakak lakak disawat bantal turu...hahaha.(Perilaku *Arogan )
Dan yang lebih edian lagi mungkin ya...kok warganya manuttt gitu lo sama oknum warga yang edian tersebut...hahaha...Podo edian e jehhh....
Oleh sebab itu...ayo...warga jangan ikut edian..stop kesewenang wenangan dan arogansi oknum yang demikian.
Kerja Bakti bila dilaksanakan secara rutin di masyarakat dapat mempererat kekeluargaan, saling tolong menolong, bersosialisasi, menumbuhkan empati antar tetangga yang hasilnya adalah menghormati antar tetangga.
Ayo tetap galakkan kerja bakti di lingkungan kita....nilai nilai luhur bangsa Indonesia.
*Arogan berarti Sombong atau congkak : mau menang sendiri, yang lain salah...dia sendiri yang benar.